Showing posts with label Friends. Show all posts
Showing posts with label Friends. Show all posts

Sunday, April 10, 2011

R U Modern Enough??

Kalo denger kata “jejaring sosial” apa yang ada di pikiran kalian?? Pasti kalian akan menyebut Facebook, Twitter, dll. Sebenernya, semua media itu membantu kita memperluas pergaulan, sebut saja ketemu temen SMP atau bahkan temen SD setelah sekian lama ga pernah ketemu, yep media ini ngebantu banget kan?

Facebook dan Twitter punya keunikan masing-masing. Menurutku, Facebook lebih ke situs pertemanan, sementara Twitter lebih ke micro blogging dimana kamu bisa menulis apapun, dan para “pengikutmu” akan membacanya. Aq sendiri menggunakan twitter gak hanya sebagai media pertemanan aja, tp juga untuk tahu apa yg terjadi di dunia ini, tentu aja dengan “menguntit” beberapa akun berita atau apapun yang menarik bagiku.

Pada dasarnya si pemilik akun bisa berbagi dengan teman atau “followers” mereka soal apapun juga. You can share wether you happy, sad, or even falling in love. Biasanya kalau udah malam, sekitar jam 9 malam lah, aku menyebutnya “waktu Indonesia bagian GALAU”, hehehe... Tau kenapa? Karna sekitar jam-jam itu, asti banyak yang “curhat” lewat status mereka, baik di Facebook maupun di Twitter.

Yep, karena semua itu adalah akun di dunia maya, tentu saja kita bisa bebas berekspresi. Tapi ada etikanya lo. Ga jarang banyak pertengkaran yang dimulai dari “perang” status melalui situs jejaring sosial ini. Mulutmu harimaumu; kayaknya itu istilah yang tepat soal hal itu. Mengutip sebuah pernyataan dari seorang psikolog ternama di Jakarta, “Manusia modern tidak diukur dari berapa banyak akun jejaring sosial yang dimiliki, tapi dari seberapa bijak ia berucap dan menilai berbagai hal melalui media sosial itu”. I totally agree with him.

Aq punya pengalaman menarik soal itu, lebih tepatnya di Twitter. Pernah suatu saat aq “unfollowed” salah seorang teman, tapi bukan karena aq bertengkar atau punya masalah dengannya. Nope at all. We’re fine. Hanya saja, belakangan ini status di akunnya lebih ke berbagai penyataan yang mencela dan merendahkan berbagai hal. Aq tahu, dia memang jauh lebih tahu dari aku dalam hal itu, tapi bukan berarti dia terus mencela dan memaki-maki karya orang lain melalui media online kan?? Buatku, media Twitter bisa memberiku inspirasi, informasi, dll melalui akun-akun yang tepat. Dan kebetulan aq dan dia berbeda pendapat. Jadi, aq “unfollowed” aja.

Lucunya, entah gimana, dengan sebuah aplikasi, dia mengetahui siapa saja yang berhenti mengikuti akunnya, termasuk aq. Dan melalui statusnya di media lain, dia seolah mau mengatakan kalau aq udah berbuat dosa besar, dan akan block my tweet or put it as a spam.

Jujur aja, aq sempet kepikiran dan ngerasa gak enak hati, buatku kehilangan seorang teman adalah hal yang menyedihkan. Aq ga bermaksud untuk tidak mau berteman lagi dengannya, tapi ini hanya lebih ke cara pandang kita yang berbeda. Tidak berteman di Twitter bukan berarti tak bisa berteman di dunia nyata kan?

Tapi kemudian aku teringat penyataan psikolog di atas, butuh suatu kebijakan untuk menanggapi hal itu. Aq memang sengaja tidak menghubunginya, bukan karena apa-apa, tapi lebih karena aq ga peduli, biar saja ia menilai sendiri. Jadi, kalau gara-gara hal itu dia ga mau lagi berteman denganQ, ya silakan. Karena aq masih mau berteman dengannya.

Sama halnya dengan kebebasan berekspresi melalui status media online, “follower” pun menurutku bebas datang dan pergi juga. Kalau ada salah seorang “follower”ku yang pergi, i don’t care. Karena ini jejaring sosial, follower datang tak diundang, pergi pun silakan saja, ya kan?? *wink* ;)

Wednesday, February 16, 2011

Fighting!!!


What if there’s a sky over the sky??
And you’re trying hard to reach the highest one
Impossible??
Maybe...

All you can do just fighting for the best...
It must be bleeding...
and too much crying...

But there’s a hope
that people you loved are behind you
to make you stronger, even only on the outside
And before you realize it, you’ll pass it
And you will smile to the world...

NB: a note for @Dyandraa and myself. Allah has a funny way to make us closer. Be tough, Dear :)

Tuesday, January 25, 2011

Ga Harus Jadi Orang Kaya kok...

Seorang teman menulis status di Facebook-nya, "Kalo jadi orang kaya, saya janji ga akan pelit!!!" Hmmm....aq cuma bisa senyum ngebacanya, pasti banyak juga yang lain di luar sana yang memiliki pemikiran yang sama.

BuatQ, sebenarnya kita sudah cukup "kaya", hanya saja kita tak menyadarinya. Eiittss, jangan protes dulu, pasti pada bilang kalo 10 hari setelah gajian pasti udah berasa miskin, hehehe... But look around you, you are much much luckier than hundreds people outthere. Coba kita pikir, butuh berapa lama buat kita ngeluarin duit untuk nomat di bioskop?? Atau berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk sekedar "ngopi-ngopi cantik"??? Nah, coba kita bandingin, di luar sana ada banyak orang yang harus berjuang untuk memperoleh uang sebanyak itu untuk makan 1 KELUARGA!!! Ya, 1 keluarga. Can't u imagine that??? So please, stop saying that you are not wealthy enough to share to the others :)

Yang mau aku sampaikan disini adalah, ga harus jadi orang kaya ko untuk berbagi dengan orang lain. Berbagi ga melulu soal uang. Ada banyak cara untuk membantu orang lain. Misal, pasti pada tahu kan kalau orang tuna netra membaca dengan huruf braille. Sayangnya, belum banyak buku yang juga mengeluarkan versi braille bagi para tunanetra. Ada satu yayasan bernama Mitranetra yang mencetuskan program 1000 Buku untuk Tunanetra. Nah, di program ini, kita bisa membantu dengan menjadi sukarelawan yang mengetik (menyalin dan mengetiknya dalam format word) sebuah buku, untuk kemudian akan mereka convert ke format braille. Mengetik??? Yep, mengetik buku yang sudah ada di pasaran, dari isinya, daftar isi, sampai testimoni dari penulis, dsb. Sepintas kedengerannya ribet ya? Ga juga sih, yang dibutuhin utama adalah niat n kemauan. I've tried it by myself :)

Ada juga program C3Friends, yaitu suatu program yang dijalankan oleh Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, untuk membantu anak-anak Indonesia yang menderita kanker. Mereka mengenalkan konsep C3, atau 3 choices: Cash (money), Co-location (time), Communicate. Kamu punya pilihan untuk membantu anak-anak itu, misal dengan menyumbangkan dana (cash/money), atau dengan datang meluangkan waktu untuk bermain dan bercerita dengan mereka (co-location/time). Bagaimana dengan kamu yang tak punya uang maupun waktu?? Tenang aja, kamu pun bisa membantu mereka dengan menyebarluaskan informasi ini kepada orang lain, dan ajaklah mereka untuk turut membantu. If you wanna know about this project, you may click the web badge on this page. Let's make the children smile :)

Jadi, tak harus jadi orang kaya kan, untuk berbagi dengan sesama???

One more thing, berapa pun besarnya bantuan yang kamu berikan, lakukanlah dengan senyum dan ikhlas ya...

Monday, November 8, 2010

That's What I Called "Solidarity"

Beberapa minggu belakangan ini qta disuguhi oleh berbagai pemberitaan tentang bencana-bencana yang terjadi secara berurutan di Indonesia. Dari banjir besar di Wasior, Gempa Merapi, hingga tsunami di Kepulauan Mentawai.

Awalnya, salah seorang teman kantorku merasa kasihan melihat penderitaan korban-korban Merapi dan Mentawai di TV. Akhirnya, aq dan beberapa teman tergerak untuk mengumpulkan donasi dan membelanjakannya dengan berbagai kebutuhan yang diperlukan para korban di masing-masing lokasi bencana. Sebenernya sih, udah ada kotak donasi yang disediakan oleh pihak perusahaanQ. Tapi kita berpikir, bantuan dalam bentuk barang akan lebih tepat diberikan, ditengah suasana yang tidak menentu di sana.

Berbagai informasi mengenai kebutuhan para korban bencana dikumpulkan dari teman atau kerabat yang kebetulan berada di lokasi-lokasi bencana tersebut. Selanjutnya mengumpulkan donasi. Dengan menghubungi beberapa teman, keluarga dan komunitas tertentu, akhirnya terkumpullah uang sebesar 2,8juta rupiah (maaf, lupa jumlah pastinya). Sebuah angka yang bisa dibilang kecil, bila dibandingkan dengan donasi-donasi dari perusahaan atau komunitas lain, namun cukup besar mengingat spontanitas pengumpulan dana dan berartinya donasi tersebut bagi saudara-saudara kita di sana.

Tahap selanjutnya, membelanjakan uang donasi tersebut. Dengan list kebutuhan di tangan, pergilah kami berbelanja di sebuah hypermart di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Hasilnya, berbagai kebutuhan bagi korban bencana terkumpul, antara lain: susu kemasan, biskuit, air mineral, tissue basah dan pembalut.

Tujuan berikutnya, Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Barang yang akan dibeli adalah: selimut, pakaian dalam, dan tikar. Dalam perjalanan menuju kesana, kami mampir ke beberapa apotek untuk membeli masker. Dari informasi yang kita peroleh, banyaknya korban bencana dan para sukarelawan di Yogya, membuat jumlah persediaan masker menjadi langka. Mereka harus membeli masker dari Solo atau Semarang, karena kota-kota di sekitarnya juga membutuhkan masker akibat abu Merapi yang mencapai kota mereka. Alhamdulillah, dari apotek itu kita mendapat potongan harga, sebagai bentuk kepedulian mereka atas bencana yang terjadi.

Sesampainya kami di Pasar Jatinegara, kami langsung berbagi tugas. Sebagian membeli tikar, dan sebagian lagi membeli pakaian dalam dan selimut. Kebetulan aq mendapat tugas membeli pakaian dalam dan selimut. Alhamdulillah, lagi-lagi kami mendapat potongan harga khusus dengan alasan kemanusiaan.

Selesai berbelanja, semua barang bantuan kami serahkan ke sebuah posko bantuan di Menteng, yang kemudian akan mengirimkannya ke lokasi-lokasi bencana.
Ternyata, tak hanya itu. Selama perjalanan kami berbelanja dan menuju posko bantuan, beberapa teman dan kerabat menghubungi kami, dan ikut memberikan donasi, padahal waktu itu kami sudah selesai berbelanja. Alhasil, setelah makan malam, kami berbelanja bantuan kloter kedua.

Karena sudah malam, kami memfokuskan diri untuk berbelanja kebutuhan di supermarket saja. Waktu yang terbatas, membuat kami harus bergerak cepat. Terkumpullah berbagai barang bantuan yang kemudian kita salurkan ke posko di Pondok Indah.

Melelahkan sekaligus menyenangkan. Cuma itu yang bisa digambarkan pada hari itu. Ide yang awalnya hanya spontanitas kami, didukung oleh berbagai pihak dan terwujud dengan baik dan lancar. Tulisan ini ngga bermaksud riya’ sama sekali. Pembelajaran yang kami dapat waktu itu, bangsa kita masih peduli satu sama lain. Terlepas dari berbagai pemberitaan soal baik buruknya bangsa ini, rasa solidaritas yang dimiliki masih sangat tinggi. Bantuan sekecil apapun bisa sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Terima kasih buat semua pihak yang sudah membantu baik dalam bentuk uang, waktu maupun tenaga. Semoga Allah SWT membalas amal kalian semua. Amin.

Wednesday, December 9, 2009

The Girls' Way

Buat pecinta serial "Sex & The City", pasti kenal donk dengan tokoh-tokohnya, seperti Carrie Bradshaw, Miranda Hobbes, Samantha Jones, dan Charlotte York. Persahabatan unik antara empat cewek yang berbeda karakter dengan masing-masing permasalahan yang mereka hadapi.

Ada satu hal yang menarik perhatian. Namanya persahabatan cewek, tidak lepas dari namanya pertengkaran. Cuma anehnya, sehebat apa pun mereka bertengkar, "shopping" adalah solusi yang ampuh untuk berbaikan kembali.

What can I say, that's the girls' way, isn't it???

Sunday, November 22, 2009

The Beautiful Bride


...and the story has a happy ending..

Yep, one of my friend turn to be a beautiful bride on her special wed. Not only her appearance, but also her mind and her heart. Like a fairytale, she has passed her "life exams" to reach one of her dream.

Congratulations, Dear...

Friday, November 13, 2009

Si Tukang Ngomel


Ini cuma cerita soal temanQ yang tukang ngomel. Aq sendiri sih ngga bisa dibilang orang yang sabar, tapi aq jadi belajar dari pengalaman ini.

Dalam sebuah teamwork, kalau kita kesal karena sesuatu berjalan di luar rencana, please, see the problem from the other point of view. Try to find another way to reach the same goal, or even better. N please, jangan ngomel n memberi aura negatif ke rekan-rekan setim lainnya. Karena, sadar atau tidak, kalau kita terus ngomel, sedikit banyak akan mempengaruhi mood temen-temen yang laen.

Thursday, May 7, 2009

F.R.E.N.E.M.I.E.S

Masi inget kan, gimana duo serial "Simple Life" ini, dari friend-anytime kemudian jadi musuhan?? Hmmm....sometimes we should dialed with a frenemies like that. Kadang menyebalkan, tapi di sisi lain kita harus berhubungan dan bahkan bekerja sama dengan mereka.

In my case, I must be very very very FLEXIBLE. Kalo dia lagi baek, ya ga ada masalah, sama aja kayak temen-temen lainnya. Tapiii...di lain pihak, aku musti ekstra hati-hati juga coz udah tau gimana karakternya kan?? We don't know when will she nice and the other hand we dunno when will she stab your back, either. Lumayan makan ati juga lo tipe orang kayak gini. Jadi, enaknya gimana cara ngadepinnya ya???

Sunday, January 25, 2009

Sensasi Pinggir Jalan


Siang ini, bareng ma temen kost sekamar, aku pergi ke supermarket di daerah Mampang. Pas baliknya, kita bingung mau makan apa ya, coz udah jam 11an, n perut udah keroncongan.

Akhirnya pilihan jatuh pada mie ayam kampung yang nongkrong deket supermarket itu. Jangan bayangkan warung mie ayam dengan meja dan kursi yang teratur ya...yang ada cuma gerobak aja, mau makan dimana, itu terserah kita, huehehehe... alhasil duduklah kita di bangku depan tukang cukur, yang kebetulan deket gerobak itu.

Kalo diinget-inget, udah lama banget aku ngga makan di pinggir jalan kayak gini. Kalau warung or wateg pinggir jalan siy masi sering, tapi yang ini bener-bener di pinggir jalan, nongkrongin bus-bus yang lewat (secara di pinggir jalan raya gede, hehehehe). Mbil makan, kit nonkrongin orang-orang yang kluar masuk tempat cukur rambut itu, dari yang anak-anak kecil, mpe opa-opa, huehehehehe. Cuma perlu modal cuek aja makan dipinggir jalan, ya nggak. For me, selama makanannya enak, murah, n bersih, why not???

Thursday, November 27, 2008

Colourful Day

What you wear on Friday????
Friday in my company means Colorful Day, as everyone can express themselves in what they wear, after Monday to Thursday in black uniform. Some are feminine, some are ethnic, some are conventional. But they are all colorful!!!

Check it out:

Tuesday, October 28, 2008

Friends are always Friends

I started this day by checking my emails. N i found a new email from my old friend from Japan. We've been friend for more than 4 years, but we only met 4-5 times, n we're still keep in touch 'till today.

It always nice to be keep in touch with friends from each corner of the world, though we're separated in a long distance. Many things we shared, like jobs, friendship, love life, common issues, etc. Sometimes we share experience n opinions, n give advice to some problems. Well, that's what friends are for, 'aight??

N I do agree with what he said,
"...that nothing can change us, different background and we don't share time together much, but friends are always friends..."

Wednesday, October 15, 2008

Apa Perlu Diruwat?

Bulan lalu, salah seorang temanku kehilangan ibunya karena sakit. Gak lama kemudian, karena ngrasa kehilangan, ayahnya menyusul menghadap Sang Khalik. Pasti sedih ya, ditinggal orang tua dalam waktu yang berdekatan. FYI, beberapa bulan sebelumnya Temanku ini bis kecelakaan. Gak tanggung-tanggung, ni yang kedua kalinya, n kali parah banget, mpe tangannya msti patah. Bahkan pas kedua ortunya meninggal, tangannya masih digips.

Ok, back to the topic. Masih dalam suasana duka, karena meninggalnya kedua ortunya, musibah ternyata lum pengen ninggalin dia. Kakeknya (entah dari ibu or bapaknya) meninggal dunia. Penyebabnya? Karena faktor usia, ditambah kesedihan yang mendalam karena kehilangan anak dan menantunya dalam waktu yang berdekatan. Pasti berat banget ya, kehilangan keluarga berurtan kayak gitu.

N today, kita baru dapet kabar, adik dari temanku itu meninggal. Kejadiannya cukup tragis, meninggal karena jatuh dari apartemen. Sampai saat ini temanku masih shock atas semua kejadian yg menimpanya itu.

Pasti berat banget ya kalo ngalamin kejadian itu. Mungkin Allah SWT punya rahasia indah buat dia ya? Hanya Tuhan yang tahu.

My question is, apa dia perlu diruwat seperti ritual orang Jawa?

Thursday, September 25, 2008

New hair, new spirit?

People said, a new hairstyle can change your mood. Along with my friends, I was going to Blok M, n have a hairdo. For me, it's more than change my hairstyle. Get bored with all job routinity, trying to escape for a while. I hope with a new look, it can boost my spirit.
GANBATTE !!!

Monday, August 4, 2008

Mission CT601

Gini ni kalo cewek udah pengen sesuatu, sgala macem cara dilakuin buat ngedapetinnya.
So that what's happened to me n kristin. Awalnya kita pengen beli lemari, trus ngerapiin n dekor ulang kamar. Pergilah kita ke Carefour M.T Haryono. Ternyata, lemarinya cuma ada 1 (dari 2 yang kita cari buat masing-masing), hix... Daripada pulang cuma bawa satu, akhirnya kita mutusin ke Carefour Ambassador. N again...disana juga ga ada stok barang yang kita mau!!!! Apes banget siy!

Akhirnya kita balik ke kos. Baru duduk bentar di kos, trus muncul ide dari kristin buat ke Carefour Lebak Bulus, yang kata orang tu pusatnya Carefour di Jakarta, buat dapetin tu lemari dengan tipe CT601, tipe yg sama sebelumnya. So, kita sebut ni 'Misi CT601'. bener-bener perjuangan buat dapetin tu lemari. Ditengah jalan menuju kesana, hujan deres. Kita udah bingung gitu, bahkan nyampe Carefour pun masi deres aja. Alhasil, begitu turun bis, kita langsung lari naik jembatan penyeberangan, trus lanjut maraton dari gerbang masuk ke pintu utamanya. Sambil basah kuyub n perut laper, plus diliatin ma semua orang, kita langsung ke bagian lemari. Finally, lemarinya ada, bahkan banyak banget, tinggal pilih mo warna apa. HORRAYY....!!!! Ga sia-sia deh pengorbanan muter-muter Jakarta mpe basah kuyub demi sebuah lemari CT601 ini, hehehe...

so, Mission CT601 accomplished !!! =)